
Pelangi » Cermin | Selasa, 14 Februari 2012 pukul 14:00 WIB
Penulis : Abdul Latief Sukyan
Kisah ini menceritakan tentang seorang perempuan yang hendak ke luar dari rumahnya lalu melihat tiga orang tua berjenggot panjang yang tidak dikenalnya sedang duduk manis di depan rumahnya.
Perempuan itu berkata, "Saya memang tidak mengenal siapa kalian, akan tetapi tampaknya kalian sedang lapar, maka silahkan kalian masuk ke dalam rumah agar kalian dapat menyantap makanan."
"Pemilik rumah ini ada di dalam?" tanya mereka.
Ia menjawab, "Tidak, ia sedang di luar.
Lalu mereka menjawab, "Jadi kami tidak dapat diizinkan masuk."
Ketika suaminya kembali di sore hari, ia menceritakan apa yang terjadi. Lalu suaminya menyuruhnya, "Coba lihat mereka dan suruhlah mereka masuk."
Perempuan itu ke luar dan meminta mereka masuk ke dalam rumah.
Mereka menjawab, "Kami tidak dapat masuk rumah secara bersamaan."
"Kenapa?" tanya perempuan itu.
Salah satu dari mereka yang bernama kekayaan menjelaskan. Ia menoleh kepada teman di sebelahnya yang bernama kesuksesan, dan ia menoleh kepada teman di sebelahnya yang bernama cinta; lalu ia melengkapi ucapannya, "Sekarang masuklah ibu dan diskusikan dengan suami ibu, siapakah di antara kami yang kalian kehendaki masuk ke dalam rumah kalian?"
Perempuan itu masuk ke dalam rumahnya dan menceritakan apa yang terjadi di luar rumah.
Seketika itu, suaminya merasa sangat bahagia dan berkata, "Oh, betapa indahnya ini semua. Bila kenyataannya demikian, maka baiknya kita panggil kekayaan agar ia masuk dan memenuhi rumah kita dengan gelimang harta!"
Tetapi isterinya menolak dan berkata, "Suamiku, kenapa kita tidak memanggil kesuksesan?"
Dialog itu terdengar oleh salah satu anak mereka yang duduk di pojok rumah dan segera beranjak serta mengusulkan, "Bukankah lebih utama bila kita memanggil cinta, seketika itu rumah kita akan dipenuhi oleh cinta."
Suaminya berkata, "Sebaiknya kita mengambil pendapat anak kita. Ke luarlah dan panggillah cinta agar ia menjadi tamu rumah kita."
Perempuan itu ke luar dan bertanya kepada tiga orang tua tersebut, "Siapa di antara kalian yang bernama cinta, maka dipersilahkan masuk sebagai tamu kehormatan kami."
Cinta beranjak bangun dan mulai melangkah berjalan menuju rumah tersebut. Seketika itu dua orang lainnya juga beranjak mengikutinya.
Perempuan itu tercengang dan bertanya kepada kekayaan dan kesuksesan, "Saya hanya mempersilahkan cinta saja, lalu kenapa kalian berdua mau ikut masuk bersamanya?"
Dua orang tua tersebut menjawab, "Selama ibu mempersilahkan masuk cinta, maka ke mana ia pergi, kami pergi bersamanya. Di mana terdapat cinta, di sana terdapat kekayaan dan kesuksesan."
"Ramaikan rumah kami dengan cinta, silahkan masuk dan penuhilah undangan kami."
KotaSantri.com © 2002-2026