Pelangi » Cermin | Selasa, 27 Desember 2011 pukul 15:15 WIB

Ngengat Kehidupan

Penulis : Abdul Latief Sukyan

Seorang anak kecil terperangah ketika baru pertama kali mendengar bunyi detak-detak jam tangan bapaknya saat diletakkan di telinganya yang mungil. Hal sederhana ini membuatnya sibuk, kedua matanya terperangah, dan membuatnya semakin bingung dan gelisah.

Ia kembali memperhatikan jam tadi dan meletakkan kesekian kalinya di telinganya, sambil berusaha mengungkap rahasia yang terkandung di dalamnya seraya bertanya pada dirinya, "Hah, suara apa sebenarnya yang keluar dari jam bapakku ini?"

Ketika ia tidak mendapatkan jawaban dari dalam dirinya, ia beranjak berlari bagaikan kilat menuju pangkuan bapaknya dengan harapan ia mendapatkan jawaban yang mampu mengisi kekosongannya. Dengan semangat ia bertanya, "Bapakku, dengarkan suara yang aku temukan dalam jam bapak. Sebenarnya apa yang ada di dalamnya?"

Jawaban sederhana bapaknya menjadi kejutan bagi si kecil mungil tersebut. Bapaknya menjawab sambil tersenyum, "Anakku, ini ngengat yang sedang memakan umur kita."

Selesailah kisah singkat tersebut, akan tetapi ungkapan terakhir bapaknya tadi mempunyai makna dan pengaruh besar. Ungkapan tersebut merupakan jawaban logis dari satu sisi, dan benar nyata pada sisi lain, karena sepanjang apapun waktu itu dan walaupun situasi dan sebab berubah-ubah, pasti ada akhirnya umur ini bagaikan pohon yang berjatuhan dedaunannya setiap hari, daun demi daun berguguran. Setinggi apapun kedudukan seseorang, pasti ia akan meneguk kematian, tak ada bedanya kaya atau miskin.

KotaSantri.com © 2002-2026