Pelangi » Cermin | Selasa, 15 November 2011 pukul 14:00 WIB

Tiga Wasiat Raja

Penulis : Abdul Latief Sukyan

Sepulangnya dari sebuah peperangan dan setelah ia mengenyam kemenangan besar, kesehatannya mulai menurun dan berbulan-bulan ia tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya. Ia menyadari bahwa kemenangan, tentara, pedang, dan semua yang ia miliki akan hilang dan tidak satupun yang dapat ia bawa. Ketika itu ia mengumpulkan semua ajudan dan para kerabatnya, lalu ia memanggil komandan tentaranya yang sangat ia cintainya.

Raja berpesan, "Sesungguhnya aku akan segera meninggalkan dunia ini dan aku mempunyai tiga harapan yang aku mohon kepadamu untuk dilaksanakan dengan sempurna."

Komandan itu mendekat kepadanya dengan kedua matanya yang basah kuyup seraya menunduk mendengarkan wasiat terakhir tuannya.

Raja itu berkata, "Wasiat yang pertama, tidak boleh seorangpun mengangkat keranda mayatku kecuali para dokterku. Wasiat kedua, tebarkan batangan emas, perak, dan batu permata yang telah aku kumpulkan sepanjang hidupku dari rumah kematianku hingga kuburanku. Wasiat terakhir, ketika kamu mengangkatku ke dalam keranda, keluarkan kedua tanganku dari kafan dan biarkan keduanya menjuntai keluar dalam keadaan terbuka."

Setelah wasiat selesai diucapkan, komandan itu mencium kedua tangannya dan mendekapnya ke dadanya seraya berkata, "Semua wasiat paduka segera dilaksanakan dengan sempurna, akan tetapi bolehkah paduka memberitahuku mengenai rahasia di balik tiga pengharapan paduka tersebut?"

Raja itu menghela nafas dan menjawab, "Aku ingin memberikan sebuah pelajaran kepada dunia, pelajaran yang belum pernah aku pahami kecuali sekarang.

Mengenai wasiat pertama, aku ingin agar manusia memahami bahwa bila kematian datang, maka tidak satupun dapat menolaknya termasuk para dokter tempat kita merujuk saat kita terkena penyakit, dan bahwa sesungguhnya kesehatan dan umur keduanya merupakan kekayaan yang tidak diberikan kepada kita oleh seorang manusiapun.

Adapun wasiat kedua, agar manusia mengetahui bahwa setiap waktu yang kita habiskan dalam mengumpulkan harta, semuanya akan terbuang cuma-cuma, dan kita tidak dapat membawanya walaupun hanya sekeping emas.

Wasiat ketiga, agar manusia sadar bahwa kita terlahir ke dunia ini tanpa membawa apa-apa dan akan kembali juga dengan kedua tangan hampa."

Dan pesan terakhir raja itu sebelum wafatnya, ia memerintahkan agar tidak dibangunkan monumen di atas kuburannya. Bahkan ia meminta kuburannya biasa-biasa saja, agar bila ada orang yang melihatnya menyadari bahwa raja yang pernah berkuasa, keluar dari dunia ini dengan tidak membawa apa-apa.

KotaSantri.com © 2002-2026