
Pelangi » Cermin | Selasa, 5 Juli 2011 pukul 14:15 WIB
Penulis : Desmeli
Ada sepasang suami istri yang tengah berbahagia karena mereka baru mendapatkan momongan putra pertama yang montok dan lucu. Mereka sangat mencintai sang putra, namun karena kesibukan, mereka tidak selalu bisa menemaninya. Merekapun menyerahkan penjagaan sang putra kepada seekor kucing, sebut saja namanya Pussie.
Nah, suatu Ketika, mereka berdua pergi ke sebuah acara, sedangkan si baby diasuh oleh Pussie. Mereka percaya bahwa si Pussie akan menjaga sang baby dengan baik. Namun, apa yang terjadi?!
Ketika suami istri itu pulang, mereka melihat Pussie berdiri termangu di depan pintu dengan tubuh berlumuran darah. Sepertinya itu bukan darah si Pussie, karena kucing itu tampak segar bugar. Kecurigaan suami istri itupun muncul.
"Jangan-jangan, bayi kita dimakan Pussie," bisik sang istri. "Bukankah Pussie memang sedang kelaparan?"
"Ah, masa? Kan Pussie itu binatang yang sangat setia," ujar sang suami.
"Meskipun setia seperti apapun, yang namanya binatang, tetaplah binatang! Binatang itu tidak bisa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Salah kita juga, percaya sama binatang."
"Tetapi, apakah betul, Pussie yang membunuh anak kita?"
"Saya yakin! Lihat, tubuh Pussie berlumuran darah. Darah siapa lagi kalau bukan darah anak kita?" suara sang istri semakin meninggi karena kecemasannya. Melihat itu, sang suamipun menjadi marah. Dengan serta merta ia meraih tubuh Pussie dan melemparkannya ke jalan raya. Pada saat itu juga sebuah truk lewat, si Pussie pun terlindas dan mati seketika.
Nah, apa yang terjadi sebenarnya? Dengan kepedihan yang sangat, mereka masuk ke dalam rumah, ternyata mereka mendapati si baby masih segar bugar. Namun di samping sang baby, tergeletak bangkai seekor ular yang berlumuran darah. Segera saja suami istri itupun mengerti, ternyata si Pussie-lah yang telah membunuh ular tersebut. Ular tersebut berniat memakan si baby, dan si Pussie dengan penuh tanggung jawab bertarung melawan musuh tuannya itu.
Kisahnya tragis banget, ya? Bayangkan, gara-gara mengikuti prasangka, suami istri itu tega membunuh binatang yang telah mati-matian berjuang menyelamatkan anak mereka. Pussie yang lucu dan menggemaskan. Tragis, bukan?
Ya, kisah itu memang cuma dongeng, tetapi kita bisa mengambil hikmahnya. Dan dalam Al-Qur’an sendiri ditegaskan, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujaraat : 12).
Tahukah bahwa sering kali sebuah kehancuran itu ternyata berawal dari prasangka negatif kita terhadap sesuatu?
KotaSantri.com © 2002-2026