
Pelangi » Cermin | Selasa, 31 Mei 2011 pukul 13:00 WIB
Penulis : Temmie Iswanto
Segera setelah mengetahui hukum fikihnya, Huda menghidupkan sunnah Rasulullah SAW di wajahnya. Kumis dicukurnya habis sementara janggut yang bisa dihitung dengan jari dibiarkannya tumbuh. Awalnya merasa canggung saat berada di keramaian, tapi sifat istiqamahnya sedikit demi sedikit melunturkan perasan tadi.
Keindahan memang sangat bergantung kepada cara pandang dan kebiasaannya. Bagi orang yang biasa melihat lelaki kelimis (yang kumis dan janggutnya dicukur bersih), maka orang yang memelihara janggut akan nampak kotor dan tidak rapih. Sebaliknya, bagi orang yang biasa melihat lelaki yang memelihara sunnah ini, maka lelaki kelimis akan nampak seperti banci; lelaki tidak, perempuan pun tidak.
Tinggal di keramaian Pattaya tidak serta merta menjadikan Huda sama seperti penduduk-penduduk kota ini yang serba permisif. Huda barangkali seperti ikan di laut. Meskipun air laut asin, ikan tidak serta merta menjadi asin hanya karena tinggal berterusan di dalamnya. Dia juga tidak terbawa arus.
Subhanallah.
KotaSantri.com © 2002-2026