|
HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
|
|
|
http://imanyakin.modblog.com/ |
|
|
abisubhan |





Selasa, 16 November 2010 pukul 19:05 WIB
Penulis : Temmie Iswanto
Tidak biasanya Amin pergi ke masjid. Selain tempat tinggalnya agak jauh, dia sering terlalu letih mencari nafkah, lebih dari 13 jam sehari. Sebagai kernet bus, dia ke luar rumah pagi-pagi buta, pulang malam hari.
Setelah shalat maghrib, ada pengajian ringkas. Materi yang disampaikan adalah kiat-kiat meningkatkan iman dengan cara mengunjungi kampung lain. Dari musyawarah selanjutnya diketahui bahwa tempat tujuannya cukup jauh, sehingga setiap peserta diminta untuk menyiapkan bekalnya masing-masing.
Amin mendatangi Huda. Katanya, "Pi Huda, phom pay duay, aku mau pergi juga. Aku cuti hingga hari Senin yang akan datang." Yang diajak bicara memahaminya, lalu Amin diajak Huda ke rumahnya.
"Ini dari Pi Huda," kata Amin kepada istrinya di rumah. Dia memperlihatkan kantung yang berisi beberapa bahan makanan dan uang 200 Baht. "Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…" sambut istrinya, Halimah, seorang muallaf.
Subhanallah.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Temmie Iswanto sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.