Pelangi » Cermin | Selasa, 2 November 2010 pukul 20:35 WIB

Takut Sombong

Penulis : Muhammad Aris Saifuddin

Kejadian itu terulang kembali. Dan biasanya selalu begitu.

"Rumahnya mana lho, mas?" ucap pembeli.

Mulanya dia menjawab cuma dengan senyuman. Mungkin karena seringnya pembeli menanyakan hal itu kepadanya.

"Mas ini lulusan pondok ya?"

Ahh... Pengunjung memang suka aneh kalau bertanya. Sebenarnya pertanyaan tersebut tidak ada hubungannya dengan pekerja part time di sebuah fotokopian seperti dia. Namun entah mengapa pertanyaan tersebut sering terlontar begitu saja.

Setiap pulang dari fotokopian, entah kebetulan atau apa, ada saja orang yang menyapanya. Seorang yang biasa jika diperhatikan, parasnya pun tak seperti artis, bahkan ke fotokopianpun dia naik sepeda.

Hari itu, aku kebetulan ada materi yang harus di fotokopi. Terlihat ada yang beda memang dari di fotokopiannya. Wajahnya selalu nampak ceria melayani para pembeli, tak ada sedikit beban pun di wajahnya. Tak jarang pula senyumnya muncul.

"Rumahnya mana lho mas?" tanya seorang pengunjung kepadanya.

"Kikikik," suaraku tak tertahankan mendengar pertanyaan tersebut kembali terlontar untuk kesekian kalinya.

"Udah bos gak usah ketawa," ujarnya padaku. Mungkin dia sadar bahwa aku sedang menertawainya.

Dia selalu memanggil sebayanya dengan panggilan "bos", tak terkecuali kepadaku. Sebenarnya baru beberapa kali aku mengunjungi fotokopian tempat Ayyas bekerja, tapi entah rasanya akrab sekali dengan dia.

"Mungkin mereka mau kamu jadi menantunya kali."

"Halah, apa to, bos?"

Setahuku dia selalu merendah jika dipuji. Bahkan status mahasiswanya pun disembunyikannya. Setelah aku tanya, "Mengapa?" Katanya dia tak mau sombong.

Hmm, beda sekali sama aku.

"Astaghfirullah," semoga Allah menjauhkanku dari sifat sombong.

KotaSantri.com © 2002-2026