
Pelangi » Cermin | Selasa, 25 Agustus 2009 pukul 19:45 WIB
Penulis : Lizsa Anggraeny
Bagi warga Jepang, siapa yang tak kenal Ototake Hirotada? Seorang pria muda dengan dengan otak briliant. Buku best seller "Gotai Fumanzoku" atau terjemahan bebas memiliki arti Tuna Daksa, merupakan salah satu nonfiksi yang dikarangnya, berisi kisah nyata tentang keseharian Ototake Hirotada yang terlahir memiliki cacat bawaan tidak memiliki ke dua tangan dan kaki.
Dilahirkan di Tokyo tahun 1976 sebagai tuna daksa, menggunakan kursi roda otomatis merupakan keharusan. Tahun 1998, ketika sedang menjalani kehidupan mahasiswa, ia mencoba menuliskan pengalaman hidupnya sebagai tuna daksa dalam naskah "Gotai Fumanzoku."
Seorang anak yang dinanti pasangan setelah menunggu kurang lebih tiga tahun, tentu sangat didambakan. Kelahiran yang biasa dengan kehidupan suami istri yang biasa, menjadi luar biasa dengan kehadiran bayi laki-laki tuna daksa. Tidak memiliki kedua tangan dan kaki.
Jika bayi anda cacat, ketika pertama kali bertemu setelah kelahiran, apa yang akan dikatakan? "Bahagia..." Kalimat tersebut spontan diucapkan oleh sang ibu dari bayi kecil yang diberi nama Hirotada. Dengan harapan ia memiliki hati seluas samudera menerima keadaan.
Beruntung Ototake Hirotada, dilahirkan dari orangtua hebat yang menerima semua keadaan sang anak. Cacat bukan dianggap sebagai kekurangan, namun kelebihan yang bisa diambil pelajaran. Penanaman rasa percaya diri dengan sikap santun merupakan ajaran sejak dini. Tak salah jika dalam keseharian, Hirotada kecil bangga mendapat julukan dari teman-teman SD-nya "Kuruma Isu no Osama" (Raja Kursi Roda). Setiap pergi ke mana pun, beberapa teman akan berkumpul mengagumi dan bertanya-tanya mengenai kursi rodanya. Tuna daksa pun tidak menghalanginya untuk aktif menggeluti aktivitas yang paling disukainya, olah raga.
Ototake Hirota, berusaha menutupi kekurangan yang ada dengan kelebihan dari otaknya. Ia pernah mendapatkan beberapa prestasi, salah satunya kejuaraan tulisan Kanji. Selesai menamatkan kuliah, Ototake Hirotada menjadi pembawa berita dalam salah satu stasiun televisi TBS, reporter olah raga, dan menjadi guru di Sekolah Dasar setelah mendapatkan sertifikat mengajar. Kegiatan lain adalah menjadi wartawan dan penulis buku.
Saat ini, ia telah dikaruniai seorang anak dari istri yang dinikahinya tujuh tahun lalu. Ia sangat berterima kasih kepada kedua orangtuanya yang telah bersedia melahirkan dirinya dengan cacat bawaan. Meski mungkin kedua orangtuanya memiliki hak untuk menggugurkan kandungan daripada melahirkan bayi cacat. Rasa bangga memiliki kedua orangtua yang selalu menanamkan rasa percaya diri, "Kamu bisa jika berusaha!".
KotaSantri.com © 2002-2026