
Pelangi » Cermin | Selasa, 21 Juli 2009 pukul 20:00 WIB
Penulis : Meyla Farid
Saya teringat sebuah cerita tentang cinta. Alkisah, ada seorang pemuda shaleh yang sedang dalam perjalanan panjang. Di tengah perjalanannya, sang pemuda menemukan buah yang tergeletak tak jauh dari tepi sungai tempatnya beristirahat. Karena lapar, si pemuda memakan buah tersebut. Tapi karena keimanannya, pemuda itu ketakutan kalau dirinya sudah memakan makanan haram, karena tanpa izin dari pemilik pohon buah jatuh tersebut.
Pemuda itu pun menelusuri sumber pohon buah jatuh itu di sepanjang aliran sungai. Dengan maksud untuk minta dihalalkan apa yang sudah terlanjur dimakannya. Singkat cerita, bertemulah dia dengan si pemilik kebun buah. Setelah mendengar cerita si pemuda dan melihat keshalehan si pemuda, pemilik kebun yang bijaksana itu pun menghalalkannya. Tapi dengan satu syarat yang harus dipenuhi pemuda itu. Pemuda itu harus menikahi putrinya.
Pemuda itu pun menyanggupi syarat tersebut. Bahkan ketika pemilik kebun menceritakan keadaan putrinya yang buta, tuli, dan bisu, pemuda itu tetap menyanggupinya. Bagi si pemuda, dia lebih takut masuk neraka karena makan makanan haram dan lebih memilih menikahi wanita yang cacat lahiriahnya di dunia.
Di hari pernikahan, pemuda tadi dikejutkan oleh seorang wanita yang sangat cantik dan sama sekali tidak cacat fisiknya. Wanita itu ternyata putri pemilik kebun yang baru dinikahinya. Terheran-heran, pemuda tadi bertanya pada pemilik kebun yang kini jadi mertuanya. Dia tidak percaya kalau wanita itu istrinya, bukankah istrinya itu cacat?
Pemilik kebun itu pun menjelaskan dengan suka cita. Putrinya memang buta, dari melihat hal yang sia-sia. Tuli, dari mendengarkan hal yang sia-sia. Bisu, dari perkataan-perkataan dosa. Pendek kata, putrinya adalah seorang wanita yang terpelihara hati dan anggota badannya.
Subhanallah. Itulah balasan bagi orang yang ikhlas, yang percaya dengan cinta Allah, yang ridha menyerahkan cintanya hanya pada pasangannya yang belum dikenalnya sekalipun. Ternyata Allah memang tidak pernah menyia-nyiakan keimanan seorang hambaNya.
KotaSantri.com © 2002-2026