
Pelangi » Bingkai | Senin, 20 Mei 2013 pukul 12:00 WIB
Penulis : Rahmatan Idul
Ya, aku tahu, aku pernah memintamu berjanji untuk selalu di sisiku dalam gelap ataupun terangku. Namun bukankah juga pernah kukatakan kepadamu bahwa suatu saat kau kan mendapati sisi lain dari diriku, sisi yang kutahu kan membuatmu sering terluka?
Cahaya, seperti yang pernah kukatakan kepadamu, aku adalah lelaki pencemburu yang terlalu posesif. Kurasa, saat ini kau baru benar-benar mengerti apa yang kukatakan itu. Aku tak pernah bisa menahan sejumput sakit saat seseorang bisa membuatmu begitu senang, begitu bahagia. Bukan karena aku tak ingin melihatmu bahagia. Tidak, bukan. Aku hanya tak bisa menahan sakit saat seseorang bisa selalu ada untukmu atau melakukan sesuatu untukmu, sementara aku hanya bisa terdiam di sini, mendengar kau bercerita tentang semua itu, dan kau bahagia. Ya, aku hanya ingin menjadi satu-satunya yang bisa membuatmu sebahagia itu. Tapi aku tahu, semua lelucon ini hanya kan membuatmu bersedih.
Namun, tenang saja, Cahaya. Aku akan membuat ini mudah bagimu. Tinggalkan aku sekarang, selagi hati ini masih cukup kuat menahan semua sakit yang kutahu kan meluluhlantakkan kelelakianku. Lagi-lagi seperti yang pernah kukatakan kepadamu, “Bila akhirnya cinta ini menyakitimu, berjanjilah untuk menjauh dariku. Karena tiap tetes airmata yang mengalir di pipimu, kan meluruhkan semesta hatiku.”
Dan aku takkan membencimu, Cahaya, takkan pernah. Aku kan tetap di sini, sedikit menjauh, berdiri di atas lumpuhku. Namun, aku kan tetap tersenyum mengiringi tawa bahagiamu tanpaku. Putuskanlah jalan apa yang selanjutnya kan kau tempuh. Karena kau pantas untuk mengecap kebahagiaan tanpa batas, tanpa aku.
KotaSantri.com © 2002-2026