Pelangi » Bingkai | Kamis, 11 April 2013 pukul 20:00 WIB

Hujan Kedua

Penulis : Rifatul Farida

Menggemericik, aku mendengar dan melihatnya, meski hanya beberapa saat. Inilah hujan kedua, yang sebenarnya lebih pantas disebut gerimis. Tidak seperti yang pertama, ketika ianya berlalu tanpa kutahu sampai aku mencium aroma tanah yang lewati balkon rumah.

Kuhitung waktu, dan meraba detakan jantung. Berbilang hari, pekan, dan bulan, telah terjalani dengan kesempurnaan. Ya, setiap gerakan menjadi bernilai sempurna, penuh, bukan setengah lagi.

Kemarau yang mengeringkan bumi, tak punya daya karuh sedikitpun, pada tanah subur di pekarangan jiwa. Tetap mewangi hatiku, oleh semerbak mawar yang semua kuncupnya telah mekar.

Namun pada belahan jiwa, kusampaikan dengan manja, bahwa aku ingin melihat hujan sekali lagi. Merasakan romantismenya, yang tak tergantikan pada suasana lain. Lalaikan semua gundah, lalu sunggingkan senyum tuk kehidupan yang menggilir suka dan duka.

Hujan kedua, ada hatiku di sana, yang menitipkan sebuah asa, untuk episode kehidupan selanjutnya.

KotaSantri.com © 2002-2026