Pelangi » Bingkai | Kamis, 11 Oktober 2012 pukul 10:45 WIB

Untuk Hidup Ini

Penulis : Rifatul Farida

Tidak hanya untuk sekedar romantika itu, yang dirindukan banyak lajang siap nikah. Ketika kembali hati ini menakar tentang arti cinta pada belahan jiwa, yang entah di manakah kini rimbanya. Pelan namun pasti, sudah kusiapkan sedari saat ini, meski baru memulai di saat yang lain telah melesat, sebuah peraduan indah nan suci dengan banyak makna kebaikkan.

Disaksikan oleh para malaikat, untuk Allah dan RasulNya, kukayuh diri menebas semua rasa takut, was-was, dan banyak gejolak yang tak selalu bisa kumengerti. Dan menghentikan sunnatullah yang masih berlangsung, cukup sampai di sini. Agar tak ada lagi cerita kumbang terluka, karena sang bunga memutuskan untuk tak lagi mekar sendirian.

Tak kan lagi pilih-pilih, meski selama ini juga tak pernah memilih yang dipilih. Karena yang difokuskan adalah kesiapan menopang jiwa lain, yang telah ditakdirkan, sebagai pilihan tepat meski mungkin bukan yang terbaik dari yang ada.

IA terlalu baik, hingga tak bosan berulang kali memberi kesempatan yang berulang kali itu juga kulewatkan. Menakdirkan banyak penawaran yang kuabaikan begitu saja. Sungguh, aku yang tak punya kebanggaan apapun pada diri, kiranya telah berbuat dzalim, bahkan mungkin kelewat tak tahu diri. Maka, terimalah taubat hati ini, duhai Rabbi, yang kusertakan dengan permohonan ampun.

Wahai yang Mahabaik, berilah aku satu ilham saja, untuk purnakan episode ini, hingga sempurnalah hidup dengan penggenapan separuh Ad-Dien.

***

/rf_menyusuri lorong-lorong hati, mengobrak-abrik rasa takut itu.

Jakarta, 19 Feb ’11

KotaSantri.com © 2002-2026