Pelangi » Bingkai | Senin, 16 April 2012 pukul 14:00 WIB

Tetaplah Bintang walau tanpa Cahaya

Penulis : Fauziah Humaira

Selalu saja ada kejadian unik di sekitar kita. Menuntut beribu kepekaan untuk ikut merasakannya. Hal kecil yang terkadang tidak kita perhatikan akan tumbuh membesar dan semakin besar. Kampus kehidupan memang tidak pernah ada semester akhirnya.

Bagi jiwa petualang tidak akan pernah lelah untuk berpetualang sampai kapanpun. Tapi aku bukanlah sang petualang sejati, karena ragaku tak sekuat keinginanku.

Inilah aku apa adanya. Bangga dengan segala kekurangan, karena mengharap kekurangan menjadi kelebihan. Aku bukanlah bintang kejora, tapi cukuplah menjadi sebuah bintang yang tetap bersinar dengan cahaya redupnya. Bercahaya untuk menghiasi angkasa dengan cahaya seadanya, yang penting tetap cahaya.

Aku bukanlah keindahan, apalagi menandingi indahnya pelangi. Itu bukanlah aku. Aku hanyalah setetes air yang ada di tengah padang pasir. Pastinya tidak akan bisa mengobati rasa haus penduduk padang pasir.

Aku hanyalah pembawa harapan untuk mereka agar tetap bertahan di sana, karena masih ada kehidupan di sini. Bukan bermaksud menyiksa karena hanya setetes air, tapi itulah aku dengan segala keterbatasanku. Ketulusan yang ada hanya untuk memberikan semangat untuk bertahan, karena aku yakin akan ada tetesan air yang lain untuk tujuan yang sama.

Bukankah genangan air dan air yang mengalir itu merupakan kumpulan dari tetesan air?

Aku hanya tetesan air,
Tapi bukankah lautan itu juga berasal dari tetesan air?

Jika tetesan air bisa menjadi lautan yang luas, pastilah aku juga bisa menjadi pencetak sejarah. Catatan sejarah untuk kehidupan diri sendiri bahwa aku pernah ada di sini.

Kata-kataku selalu tidak runtun, tapi semangatku tak kan pernah lentur. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang.

KotaSantri.com © 2002-2026