Pelangi » Bingkai | Kamis, 1 Maret 2012 pukul 11:45 WIB

Resah, Asa

Penulis : Rifatul Farida

Adakah do'a-do'a yang pernah terulur, dari tangan-tangan letih keimanan, tersambut mesra oleh takdir? Ceriakan segala pesona, yang merona dari pusat rendah dasar hati. Sementara di sini, kala hujan merintik, menderas, dan akhirnya menyisakan tetesan beberapa butir, sebelum melarut bersama pekat. Masih saja, menjajakan banyak tanya, tak tersaksikan gemintang, bulanpun meredup.

Sudah lama rasanya, kurunut hari. Berbilang waktu, bersilih ganti siang dan malam, pagi dan sore. Ketika kembali kupastikan, bahwa di hatiku masih ada Engkau dan hanya ada Engkau. Namun belakangan, ada resah yang mulai hadir. Menyisip di antara rerimbun asa.

Ah, andai saja aku bisa lebih siap. Mungkin tak kan rasai perih. Ketika hatiku terseok sembilu di antara kamuflase ketegaran. Dan harusnya, aku tak pernah berkamuflase, atas nama apapun.

"Jalani saja!" perintahku pada diri sendiri.

Namun tak cukup. Ya, tak cukup hanya dengan perintah begitu. Karena ini menjadi kisah tak baik, yang menyecerkan kecewa di jejak-jejak hidup orang lain. Dan aku, tak kan pernah mampu punguti pada apa yang pernah tercecer.

Maafkan, hanya itu yang bisa terucap. Untuk saat ini, yang kubisai hanya menunggu keputusanNya di pusaran waktu. Aku telah berpasrah, letakkan segala daya diri yang ternyata menjadi penopang keangkuhan.

Hentikan semua langkah. Tak apa jika harus kembali ke titik awal. Toh mengulang bukanlah sebuah kehinaan. Dan ku-restart saja hidupku, segera.

Malam, dan hujan yang telah mereda. Sepi, dan jemariku yang masih lincahi aksara berwarna putih.

KotaSantri.com © 2002-2026