
Pelangi » Bingkai | Senin, 13 Februari 2012 pukul 11:30 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Angin… Selalu menjadi pertanda akan datangnya hujan.
Hujan… Menebarkan bulir-bulir airnya disertai deru sang angin.
Hujan, betapa aku selalu larut dalam sejuknya tanpa sedikitpun menyadari kehadiran sang angin, tak terhitung seringnya aku memandangi butiran bening jatuh satu persatu tanpa tahu betapa setia sang angin mendampinginya dari puncak sampai dasar.
Hmm..., tak inginkah ia menyakitiku setiap kali aku bercengkerama dengan sang hujan?
Tak mampukah ia meneriakkan isi hatinya setiap kali sang hujan menyapaku dalam riak gerimisnya?
Tak lelahkah ia mendampingi sang hujan siang dan malam walaupun terkadang tersakiti dengan sambaran sang kilat?
Tak munculkah rasa ingin diakui karena ia tak kasat mata walaupun seringkali menyapa dengan desir halusnya?
Sadarkah sang hujan betapa ia sangat beruntung karena memiliki sang angin?
Sadarkah sang angin betapa sang hujan sangat membutuhkannya?
Tak perlu berteriak dari puncak gunung untuk menyatakannya, tak perlu konferensi pers untuk mengungkapkannya, hanya lihat dan rasakan!
* Dari seseorang yang pernah dekat.
KotaSantri.com © 2002-2026