Pelangi » Bingkai | Kamis, 12 Januari 2012 pukul 12:00 WIB

Dakwah untuk Siapa?

Penulis : Aris Solikhah

Aku kemarin telpon Bapak. Ada masalah di rumah. Kita perlu mencari jalan keluar. Ujar kakak seminggu lalu, "Coba bayangkan, untuk apa berdakwah, sana-sini. Tapi kita abai terhadap keluarga besar kita sendiri, Ris?" Kakak sedang menyindirku. Aku tahu, akhir-akhir ini itulah yang menghinggapiku. Kasih sayang dan cinta itu bisa tumbuh dan disemai di mana saja. Ia tak bisa dipaksa tak bisa dibendung.

Memilih seseorang yang kita sayangi untuk dijadikan saudara itu lebih mudah, dibanding mencintai saudara sedarah atau ikatan keluarga yang kita benci. Benci karena sifatnya. Benci karena karakter, akhlak, dan perilakunya yang bertentangan dengan fitrah manusia, yakni memilih kemaksiatan. Tentu ini membutuhkan kesabaran tinggi. ”Memiliki harapan dan empati itu menyakitkan. Namun mohon, jangan pernah untuk tidak berempati dan berputus asa.” (Kutipan Film Avatar).

Sejauh aku menghindari keluarga besar secara intens, tetapi hati kecilku merindu mereka-mereka menjadi sahabat sejatiku. Yang senantiasa sukarela menopang, saling asih, asah, dan asuh.

Dakwah untuk siapa? Untuk semuanya. Berdakwah untuk mereka akan kembali kebaikannya padaku sendiri. Untuk menyembuhkan diriku sendiri. Untuk memperbaiki diri kita bersama. Bagaimanapun mereka adalah hidupku, masa kecilku, di antara mereka aku tumbuh. Selamat datang kembali hidupku yang baru. Aku ingin menyayangimu dengan tulus tanpa pamrih.

KotaSantri.com © 2002-2026