Pelangi » Bingkai | Kamis, 21 Juli 2011 pukul 11:22 WIB

Cahaya Bersenandung Rindu

Penulis : Rifatul Farida

Sesaat, ada jiwa yang terpejam. Mengambil jeda dalam waktu yang menyuguhkan berbagai pandangan tak jelas. Berpikir untuk menperbaiki lagi cahaya itu, agar sinarnya tak meredup. Dan temeramlah seluruh jalan di depan.

Berharap ia akan menyinari dengan kuat setiap jalan yang harus ditapaki, sehingga terlihat terang di hadapan, dan tak meraba dalam gelap. Mampu hindari lubang yang menjatuhkan, mampu hindari batu dan tak jadi tersandung.

Cahaya, sinari jalan hidup ini hingga di ambang batas waktu. Iringi aku menuju kekasih sejati tiada banding, bersama rindu yang kian menggebu. Pada Dia, yang telah menjadi perhatianku siang dan malam. Dia, yang telah membuatku merasa suatu saat di titik tak berdaya, kerdil, dan begitu remeh. Namun di saat yang sama, aku yang tak berdaya, kerdil, dan remeh ini merasa begitu diistimewakanNya dalam rengkuhan lembut rahman dan rahimNya.

Sungguh, Dia-lah yang Mahabaik. Yang kurasai kebaikanNya di setiap detakan jatung dan hembusan nafas.

Maka cahaya, jangan meredup apalagi padam, sebelum kupurnakan perjalanan menuju panggilan terindah, cinta. Tetaplah membersamaiku dengan senandung kerinduan, yang lirik lagunya tentang kepasrahan dan janji bakti, bahwa sesungguhnya hidupku, matiku, ibadahku hanyalah untukNya. Semoga, tertepati begitu adanya.

KotaSantri.com © 2002-2026