Pelangi » Bingkai | Senin, 23 Mei 2011 pukul 12:21 WIB

Muara Do'a

Penulis : ayu, bunda kenzie

Maka nikmat Tuhanku manakah yang kudustakan?

Ketika tangis diam menjelma senyum rekah, ketika harapan bersua jawabannya, ketika sujud-sujud panjang menemukan muaranya. Maka sungguh, tak ada yang paling pantas kecuali syukur yang memenuhi ruang jiwa. Syukur sepenuhnya.

Air mata bahagia itu luruh deras membasuh pipi, maka seketika itu pula muhasabah diri dimulai.

Wahai jiwa, mengapa gelisah terus meraja, memupuk kecewa di taman hatimu. Wahai jiwa, mengapa enggan meluruskan niat, sibuk menikmati fatamorgana. Wahai jiwa, sungguh tak ada yang sia-sia atas setiap do'a dan ikhtiar karena itu adalah fitrah, itu adalah kekuatan. Do'a mampu mengubah hal yang hampir tak mungkin sekalipun menjadi mungkin. Ikhtiar menjadi harga mutlak atas setiap do'a.

Wahai jiwa, pengorbanan itu terkadang bahkan sering tidak sesuai keinginan. Ketika seluruh ikhtiar telah maksimal, maka percayakan semuanya pada Sang Penggenggam Jiwa. Karena Allah memberi bukan apa yang diinginkan, tapi apa yang dibutuhkan.

Ya Allah, cintailah kami, cintailah kami, cintailah kami meski bukan hamba-hamba pilihanMu. Izinkan kami untuk senantiasa berada dalam naungan hidayah-Mu.

KotaSantri.com © 2002-2026