Pelangi » Bingkai | Senin, 7 Maret 2011 pukul 11:22 WIB

Permaisuri Hatiku

Penulis : Wahyudi

Ya Allah, aku telah mengusap tangannya. Pada saat itu seperti ada yang melukainya. Maka aku usap tangannya untuk mengurangi rasa sakitnya. Terasa agak kasar memang tangannya, namun kasarnya tangan itu tiada terasa karena lembutnya sambutan tangannya menyambut usapanku. Kami berpegangan erat. Namun wajahnya tak teridentifikasi. Siapa dia? Masih misteri. Padahal saat itu dia berperan sebagai permaisuri hatiku. Setelah itu aku tak begitu ingat apa yang terjadi, sampai Engkau Ya Allah membangunkan aku dari tidurku. Ternyata semuanya hanya mimpi.

Ya Allah, syukur aku ucapkan pada-Mu karena Engkau memberi kesempatan kepadaku untuk mengusap tangannya, untuk sedikit mengurangi rasa sakitnya. Meskipun semua itu hanya dalam mimpi, karena memang jika di alam nyata aku belum berhak untuk itu.

Ya Allah, tanamkan dalam hatiku kesetiaan yang tiada bandingannya, kesetiaan yang tak tergoyahkan oleh apapun, kesetiaan yang terus mengakar dalam hati pada permaisuri hatiku. Meskipun aku belum tahu sketsa wajahnya, meskipun aku belum tahu di mana kini dia berada, dan meskipun Engkau masih merahasiakan segalanya tentang dia.

Aamiin, Ya Rabb.

KotaSantri.com © 2002-2026