Pelangi » Bingkai | Kamis, 30 Desember 2010 pukul 19:00 WIB

Ibu adalah Wanita Perkasa yang Kujumpa

Penulis : Slamet Joni Raharjo

Wanita bukanlah merupakan sebatas sebutan, panggilan, ataupun hasil dari goresan lidah, namun wanita merupakan sebuah kata yang memiliki keagungan di dalamnya. Di samping itu, di dalam diri seorang wanita terdapat rahim, yang dapat melahirkan generasi-generasi pengguncang masa depan.

Baiklah, dengan pembahasan wanita itu, tidak luput pula dari sebutan seorang Ibu. Ya, ibu. Dialah yang rela berkorban sepanjang hayatnya untuk buah hati yang selalu di dambanya, tidak peduli dalam kondisi susah maupun senang, ibu selalu memberikan terbaik, bahkan lebih merelakan dirinya sakit dibanding buah hatinya.

* Ibu adalah manusia perkasa.
* Ibu adalah manusia yang tiada ujung perjuangannya.

Ingat saat kita dilahirkan, saat kita digendong dan berada dalam pangkuan untuk meneguk ASI yang dikhususkan untuk diri kita semua, itu dilakukan dengan sentuhan-sentuhan kasih sayangnya.

Ingat pula di saat kita menangis, ibu pun gelisah dan susah melebihi tangisan kita. Di saat kita bisa tertawa, terdiam ibu pun bangga, namun kebanggaan itu pun tak luput seraya meneteskan air mata, bukti tanda bangganya.

Duhai ibu, sungguh perjuangan dan pengorbananmu tiada yang menandingi.

Duhai ibu, sebutan apa yang layak untuk menggantikan jasa-jasamu.

Duhai ibu, tak salah Allah memilihmu sebagai Makhluk pembawa tirai-tirai surga.

Duhai ibu, ijin buah hatimu yang lemah, hina, dan tak bertenaga ini selalu mendo'akan atas kebaikanmu.

Selanjutnya, ibu, inilah syair yang dapat kupetik untuk mengagungkan kemuliaanmu kepada Rabb, yang kau kenalkan kepadaku.

// Mars WANITA KEADILAN *

// Perjuangan wanita keadilan menjadi tiang negara dan agama
// landasan bagi generasi masa depan
// tangan mengayun siap songsong fajar Islam

// melahirkan wanita indonesia cerdas dan bertaqwa
// berakhlaq mulia dan berbudaya
// cermin keagungan negara

// ramai sejarah terbentang menyambut kaum pejuang wanita keadilan
// pintu surga kan terbuka menyambut, duhai mujahidah wanita keadilan

* Nasyid Shoutul Harokah

KotaSantri.com © 2002-2026