
Pelangi » Bingkai | Senin, 2 Agustus 2010 pukul 17:35 WIB
Penulis : Meyla Farid
Menjadi anak bungsu lagi. Tapi kali ini, dengan dua-tiga keponakan yang masih butuh perhatian. Di rumah orangtuaku, terasa hangat oleh kasih sayang. Jika tak ada sesuatu, masih ada sesuatu yang lain. Hidup apa adanya, namun bahagia. Aku tak ingin banyak bermimpi, namun akan kujalani yang aku bisa. Tidak ingin malas-malasan lagi, tidak ingin bergantung pada orang lain lagi, aku ingin menjadi diri yang mandiri dan membuat orangtuaku bahagia demi masa tua mereka.
Bahagia, mungkin akan bercampur dengan airmata, namun selalu ada kedamaian di lubuk sana. Bahagia, mungkin tergambar dengan senyuman, dan senyum yang tersimpul adalah tulus dan keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Bahagia, mungkin akan diutarakan dalam bentuk tertawa atau sebaliknya, yang pasti bahagia adalah apa yang dirasakan di dalam sanubari.
Yang kuinginkan sekarang hanya, menjadi diriku yang terbaik semampuku. Dan, ingin membuat kedua orangtuaku tersenyum saat melihatku. Ya Allah, hanya itu yang kuimpikan saat ini. Membuat mereka tersenyum. Jika belum mampu dengan harta, maka dengan hal lainnya. Adapun, harta, atau kesuksesan itu, juga mimpiku di urutan sekian dan sekian. Alangkah indahnya jika aku bisa, dan berbagi dengan mereka. Meskipun kebahagiaan tidak dinilai dari itu, tapi hanya sarana.
Maka, jika aku bercita-cita seperti demikian, Tuhanku, maka kabulkanlah demi senyuman kedua orangtuaku di akhir hayat mereka nanti. Aamiin.
KotaSantri.com © 2002-2026