Pelangi » Bingkai | Kamis, 13 Mei 2010 pukul 18:45 WIB

Serpihan Hati yang Gamang

Penulis : Rahmatan Idul

Ketika riak-riak sungai berada dalam alirannya, dia kan terbawa ke muara di mana laut kan menjadi pelabuhan terakhirnya. Begitu pula ketika searakan awan berada di keangkuhan langit, dia kan terbawa ke mana angin kan menuntunnya, menjelma mendung yang pada akhirnya tumpah sebagai jutaan rintik kerendahan hati.

Namun kini, ketika seserpih hati yang gamang telah berada di sebuah persimpangan kelam waktu, ke manakah ia kan terbawa? Haruskah ia menjebakkan diri dalam perangkap kelam masa lalu? Atau haruskah ia membatu, menanti hingga langit mengakhiri sandiwaranya?

Sesungguhnya seserpih hati itu telah lelah bermain dengan takdir. Dapatkah kau bayangkan sakitnya, ketika separuh usia telah kau habiskan hanya untuk melayarkan keyakinan pada samudera kenyataan yang teramat kelam? Atau dapatkah sedikit saja kau rasakan sebilah ketakutan nyaris membunuhmu ketika telah kau habiskan bait-bait sabda untuk mantra cinta yang tak pernah terucapkan dengan kata?

Sungguh, seserpih hati itu telah benar-benar lelah bermain dengan takdir. Maka tahukah kau ke mana akhirnya ia kan terbawa? Tidak! Kau takkan pernah tahu bila serabut kesunyian telah merambat pekat di tiap kelopak nuranimu.

KotaSantri.com © 2002-2026