
Pelangi » Bingkai | Senin, 19 April 2010 pukul 17:00 WIB
Penulis : Rahmatan Idul
Akhirnya kutemukan jalan itu, sebuah titian kecil menuju pulang. Mungkin juga ia akan menyesatkanku di sebuah persimpangan yang entah di mana. Apa pun itu, seandainya itu terjadi, aku rasa aku telah siap memilih arah ke mana kaki yang lemah ini akan kulangkahkan. Meski mungkin akan ada api di ujungnya yang meluluhkan raga, atau bahkan takdir takkan membawaku hingga ke ujungnya. Aku menjadi bertanya-tanya, "Siapakah gerangan yang bisa menghentikan langkahku mengayuh waktu?"
Memang, pahit getir masa lalu telah menjadikan serpihan hati yang rapuh ini menjelma menjadi sepenggal baja yang mengendap dan larut dalam keangkuhan. Namun tak bisa kuingkari, ada setitik ketakutan yang mengarat di sana, ketakutan terbesar yang pernah kuhadapi, bahkan ketika hatiku telah menjadi lebih kuat. Ketakutan itu adalah jika ternyata akulah yang pada akhirnya akan menyesatkan langkah-langkah kecil ini. Sebab jika itu terjadi, aku takkan pernah bisa kembali untuk selamanya.
Selamanya. Tahukah kau arti kata itu? Aku jadi merasa ngeri sendiri jika membayangkannya. Selamanya menunjukan ketidakfanaan, ketiadaakhiran, keabadian. Abadi dalam ketersesatan. Dapatkah sekali lagi kau bayangkan itu? Kurasa tidak. Kau bahkan tak mendengarku sama sekali. Takutkah kau, makhluk lemah? Duhai hatiku, kukira kini kau telah menjadi lebih kuat. Namun ternyata keangkuhan itu telah membuatku salah menilaimu. Kau bahkan tak mengindahkanku sedikit pun.
Ya Tuhan, hanya kepada Engkau-lah aku menyembah dan hanya kepada Engkau-lah aku memohon pertolongan. Karena hanya Engkau-lah yang bisa membawaku kembali ke mana seharusnya aku berada.
KotaSantri.com © 2002-2026