Pelangi » Bingkai | Senin, 15 Maret 2010 pukul 17:10 WIB

Menyudahi Gerak

Penulis : Rifatul Farida

Mengurai laku ini pada tiap nafas yang terhembus. Merapatkan setiap renggang gerak yang bermakna sia-sia. Dan aku di sini masih mengais makna dari setiap rasa.

Kadang, aku ingin segera sampai pada titik itu, yang menyudahi semua ruak rasa dan gerak. Beralih pada keabadian dan kesejatian. Ketika jemu menjadi bahasa yang paling mematikan dalam diri, dan linglung meningkahinya tanpa dzikir.

Tuhanku...
Bilakah Engkau ilhamkan sebuah rasa kembali. Harapan yang membendung semua penat dan lara. Karena kini hatiku tercabik hampa, dan dzikir menjadi hal sulit didengungkan sepanjang waktu. Sementara sorak lalai berpesta pora merayakan kemenangan.

Tuhanku...
Aku berhenti di sini. Keengganan menapak mengakukan kakiku. Dan aku benar-benar menungguMu menyambangi jiwaku. MenungguMu kembali menuntunku dalam merunut kebaikan, karena ternyata jalan yang telah Engkau bukakan tak mampu kutapaki sendiri dengan wajah ceria.

Tuhanku...
Akan ku katakan lagi dalam azam kuat...
Aku masih ingin di jalan kebaikan ini, maka istiqamahkanlah.
Aku masih ingin jatuh cinta padaMu, maka jadikan aku kuat bersama rasa ini.

Tuhanku...
Namun jika menyudahi segala gerak adalah lebih baik bagiku, untuk dunia dan akhiratku. Tak ada kata lain selain permohonan; matikanlah aku dalam keridhaanMu. Dan jika hidup masih menjadi kebaikan bagiku, dunia dan akhiratku, maka tetapkanlah aku hidup dengan mencintaiMu penuh dan seluruh.

KotaSantri.com © 2002-2026