Pelangi » Bingkai | Senin, 21 Desember 2009 pukul 18:33 WIB

Cinta Suci

Penulis : Meyla Farid

Aku tidur dengan sedikit menekuk tubuhku. Dengan sengaja kusandarkan kepalaku ke pundaknya yang hangat. Mataku terpejam. Sebelah tangannya memelukku, sedangkan yang sebelahnya lagi membelai rambutku. Damai sekali. Aku tahu, dia sungguh-sungguh mencintaiku.

Sekejap aku memandangnya. Lalu kupejamkan lagi mataku. Sungguh, tak kuasa aku menatapnya. Wajahnya yang teduh, pancaran matanya yang penuh kasih sayang, sentuhannya yang lembut. Tak ada seorang pun yang seperti ini kepadaku di dunia ini, kecuali dia.

Aku menyentuh tangannya yang mulai keriput. Waktu telah merubah ia sedemikian cepat. Dulu, tangan itu selalu kokoh. Sekarang, kurasakan ia mulai mengendur. Namun kehangatan dan kelembutannya tetap seperti dahulu, dan kuyakin akan tetap seperti itu.

Sejenak aku merasakan masa kecilku lagi. Dibuai dalam pelukannya, dimanja dalam kehangatannya. Dihantar dengan untaian-untaian lirih dari mulutnya. Aku pun tak sadar, begitu cepat tertidur dalam pelukannya.

Liburan yang lalu, aku isi dengan pulang kampung. Tidak terlalu jauh memang, letak kampung kecilku dengan kota di mana aku bekerja sekarang. Kalau dihitung dengan waktu, kurang lebih hanya memakan waktu 3 jam perjalanan. Setiap aku pulang, selalu memberiku perasaan yang istimewa.

Malam itu, aku memilih tidur dengannya. Sudah beberapa hari ia sakit. Aku kadang mengeluh, mengapa kalau beliau sakit tidak pernah memberi kabar? Kalau aku pulang, barulah aku mengetahuinya. Setiap malam selama liburan itu, aku memilih tidur bersamanya. Ia sendirilah yang memintaku untuk menemaninya.

Aku mengerti, benar-benar mengerti, bahwa tak ada lagi cinta di dunia ini yang dapat melebihi cintanya. Hanya dengan sentuhannya, hanya dengan pelukannya yang bersahaja, aku merasakan itulah cinta yang sesungguhnya.

Ibu...

KotaSantri.com © 2002-2026