
Pelangi » Bingkai | Kamis, 3 Desember 2009 pukul 17:25 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Senyumku tertahan seketika, ketika kau sama sekali tak melihatku, meski hanya dengan ekor matamu, pas ketika kita benar-benar dalam posisi berpapasan. Sementara tak kulihat gelagat terburu-buru darimu, membuatku sulit untuk tidak berpikir kalau kau memang tidak menyapaku.
Bukankah pakaian takwa ini pembukti kalau kita saudara seaqidah? Meski mungkin berbeda fikrah. Engkau tentu mencintai Allah, pun demikian aku. Jadi, mari kita saling tersenyum di atas kecintaan karenaNya, dan beruluk salam meski kita belum saling mengenal.
Meski ini bukan untuk pertama kalinya terjadi pada orang yang tidak selalu sama, namun untuk kali ini aku ingin siapa pun tahu, bahwa senyumku tertahan lagi, seulas senyum untuk saudariku sendiri.
Dan semoga, esok tak ada lagi senyum yang tertahan.
KotaSantri.com © 2002-2026