Pelangi » Bingkai | Kamis, 17 September 2009 pukul 17:15 WIB

Karena Saya Tak Bisa Menjadi Indah Hari Ini

Penulis : Rifatul Farida

“Menjadi indah, maka engkau akan melihat segalanya indah,” pesan seorang sahabat (lebih tepatnya saya menganggapnya kakak) yang sering kali saya dengar di setiap kesempatan, dan biasanya saya akan menjawab, “Allah is Beautiful and loves beauty,” sambil tersenyum ceria.

Namun hari ini, ketika pesan itu datang lagi lewat sebuah layanan short message di HP, saya yang biasanya responsif, tak berekspresi apa pun. Hanya ada sekat kaku dan bisu di sini. Sunyi pun mendesingkan suara AC lebih keras.

“Are you fine?”

Sebuah SMS datang selang 15 menitan. Pertanyaan bernada khawatir tak jua membuat saya bergerak untuk sekedar menyapa.

Saya ingin sendiri saja. Saya ingin bersama diri saya saat ini, karena saya tak bisa menjadi indah hari ini. Dan biarlah ketidakindahan ini hanya untuk saya, bukan untuk yang lain ketika saya melihat hal luar dari diri saya.

“Allah is Beautiful and loves beauty. :)”

Kali ini dia menggunakan kata-kata saya dengan akhiran senyum, mereflekkan angan saya pada wujud senyum renyahnya di pelupuk mata.

Menonaktifkan HP, dan kali ini saya benar-benar tak ingin berbagi.

Maafkan saya, karena saya tak bisa menjadi indah hari ini. Maafkan saya, karena kali ini saya egois dan lebih memilih membuat khawatir dalam ketidaktahuan.

Semoga mengerti, bahwa saat ini saya sedang ingin sendiri. Benar-benar sendiri.

***

Sendiri menyepi
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku
Seakan ku jauh dari ketenangan

Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
Mungkin ada salah, mungkin ku tersesat
Mungkin dan mungkin lagi

Oh Tuhan, aku merasa sendiri menyepi
Ingin ku menangis
Menyesali diri
Mengapa terjadi

Sampai kapan ku begini
Resah tak bertepi
Kembalikan aku pada cahayaMu
Yang sempat menyala benderang di hidupku

(Sendiri Menyepi, Edcoustic)

KotaSantri.com © 2002-2026