
Pelangi » Bingkai | Senin, 31 Agustus 2009 pukul 17:25 WIB
Penulis : Aryani
Dia yang di sana, kutahu kau cinta kepadaNYA. Aku tak ingin mengusik indahnya kasih sayang di antara kau dan DIA. Aku hanya ingin mencoba jujur atas segala perasaan yang ada kepadamu. Aku pun mencintaiNYA, aku berusaha terus lebih mendekat kepadaNYA. Aku selalu berdo'a agar perasaan untukmu tak berlebihan, sewajarnya, dan berharap indah pada saatnya. Aku pun mengerti, kalau kau berusaha keras agar tak menyakiti siapa pun.
Jangan percaya dulu apa yang kukatakan ini dapat kurealisasikan. Aku manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan. Jika ternyata telah sampai padamu apa yang kurasakan, tak usah kau marah ataupun merasa keberatan, tak perlu sambutan, tak perlu katakan apa pun. Ku hanya bisa berharap Allah mencintaiku dan mencintaimu, hingga nanti Allah kan beri aku cinta yang indah, beri engkau cinta yang indah. Dengan siapa pun engkau jalani masa depanmu nanti, aku hanya berharap kebahagiaan dan tak perlu lagi kau tenggelam dengan masa lalumu.
Jika inginkan ia bahagia, kau harus bahagia terlebih dahulu. Begitu pun aku, aku inginkan engkau bahagia. Dan kau tahu, aku bahagia merasakan ini semua, mengungkapkan segala cinta yang ku punya, namun tak pernah bisa kubuktikan, karena ku meyakini tak ada cinta sejati sebelum pernikahan. Semoga aku dan kamu bisa meraih cintaNYA yang selalu indah, selalu ada buat kita hambaNYA.
Entah mengapa, ketika mengenalmu, ada pikiran-pikiran sok tahu yang membuatku selalu merasakan apa yang sedang kau rasa. Ada sesuatu yang tak ku mengerti apa namanya ini semua. Waktu berlalu, sejak saat itu hingga kini, kutuliskan cerita ini, tak pernah berubah apa yang kurasa hingga kini. INGAT, aku tak pernah berharap apa pun darimu, hanya ingin kau mengetahui bahwa ada aku yang miliki rasa ini buatmu.
KotaSantri.com © 2002-2026