
Pelangi » Bingkai | Senin, 25 Mei 2009 pukul 17:16 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Menikmati malam ini dengan sejuta makna yang terengkuh dalam satu jiwa. Menikmati malam ini dengan hemogeni rasa yang memanggut mesra hati. Dalam perpaduan hawa dingin dan semilir angin yang menghadirkan kesyahduan, memercik romantisme dalam dada.
Sunyi...
Melesatkan angan pada sosok lelaki perkasa penuh berkah, tumpuan jiwa seorang wanita shalihah penyejuk hati. Sosok lelaki muda yang sketsanya jelas terlihat sempurna dalam angan. Mengejakan a ba ta tsa pada gadis kecil yang kini telah berusia dewasa. Ya, ternyata waktu bukan saja pejalan tangguh, tapi juga penyimpan sejuta memori dalam satu bingkai; masa lalu.
Lelaki jujur dalam rengkuhan seorang wanita suci, yang hidupnya tak pernah mengenal kata jeda untuk tetap memberi tanpa harap menerima kembali. Kepribadian itsar (mengutamakan orang lain) yang menjadi karakternya, mengejawantahkan betapa agungnya si pemilik jiwa.
Guratan-guratan tipis di dahinya, kini memberi makna dalam, bahwa ia adalah sosok yang telah lama menggilir pahit getirnya kehidupan dalam bilangan waktu. Namun masih seperti ketika mengejakan a ba ta tsa, segumpal asa yang tak pernah bosan menguntai terucap untuk permata hatinya sampai kini; jadilah manusia yang berbakti pada Tuhannya.
Ayah, i miss you. Semoga keberkahan selalu merengkuhmu, Allah mencintaimu.
KotaSantri.com © 2002-2026