Pelangi » Bingkai | Senin, 11 Mei 2009 pukul 18:30 WIB

Gelora Rasa Memenuhi Hatiku

Penulis : Rifatul Farida

Hujan… Membayangkannya menyapa dedaunan, meliuk-liuk pada ranting dan akhirnya jatuh pada pusaran bumi, membawa serta seulas senyumku yang mengiringnya.

Teringat akan masa kecil, entahlah aku berusia berapa tepatnya. Duduk di teras rumah dan memandang lekat butiran-butiran indahnya, ketika jatuh ke tanah tepat di depanku, membentuk bulatan-bulatan air yang begitu membuatku bahagia menyaksikannya. Belum lagi sensasi gelegar petir yang meraung di luas angkasa.

Saat itu, tanpa kusadari, seorang bocah laki-laki mengamatiku yang tak bergeming ketika petir menggelegar. Di ballik kaca rumahnya yang hanya berjarak satu rumah denganku. Ketika esoknya ia menanyakan tentang sikapku itu, aku tak tahu apa yang harus aku ceritakan. Aku hanya mengatakan aku menyukainya dan aku tak tahu kenapa. Dan sejak saat itu, aku mulai mengerti, ternyata tidak semua hal bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Petir... Dulu aku selalu membayangkan ia berwujud sesuatu yang besar dan mengerikan, karena biasanya orang-orang akan selalu panik dan reflek menutup telinga kalau melihat kilat cahaya di langit menandakan hadirnya. Tapi, entahlah, hatiku mengatakan itu adalah sesuatu yang indah dan luar biasa.

Ada gelora rasa memenuhi hatiku pada bebulir butiran kristal dengan segala pengiringnya yang menyempurnakan hadirnya, dan aku tak pernah mempunyai kalimat yang tepat untuk mengungkapkannya. Karena ternyata kalimat adalah gugusan-gugusan kata yang terlalu sederhana untuk dapat melukiskan keindahannya.

Gemericik deras hujan, lembutnya desahan angin, dan kuatnya gelegar petir adalah simfoni alam yang begitu sempurna untuk sangat bisa membuat kita berkata betapa Mahaagungnya pemilik alam raya ini.

Allahu Akbar, Masya Allah, Subhanallah...

/ rf

KotaSantri.com © 2002-2026