Pelangi » Bingkai | Kamis, 2 April 2009 pukul 18:26 WIB

Air Mataku Menetes

Penulis : Mujahid Alamaya

Siang itu, di bawah teriknya panas matahari kota Metropolitan, kuberanikan diri untuk menghubungi seseorang yang begitu berarti bagiku. Ragu, begitulah awalnya. Tapi, akhirnya kuberanikan diri untuk men-dial nomor yang disimpan di hp bututku.

Beberapa saat berselang, terdengar jawaban dari seberang sana dan langsung menyapaku. Tapi, aku tak kuasa untuk bicara. Aku bingung untuk berkata. Tak terasa, air mataku menetes. Dan, aku pun mulai bicara dengan terbata-bata.

Ketika berbicara, kudengar lawan bicaraku pun berkata dengan terbata-bata. Entahlah, apakah dia merasakan apa yang sedang kurasakan atau tidak. Tapi, perbincangan siang itu, membuatku menjerit. Batinku pun menangis. Tak lama kemudian, pembicaraan pun ku akhiri.

Ada rasa sesal ketika aku mengutarakan hal tersebut. Tapi, dia harus tahu. Pun aku merasa malu, karena aku selalu merepotkannya. Aku belum pernah berbuat sesuatu yang bisa membuatnya bahagia dan tersenyum manis.

Dalam usiaku yang semakin bertambah, aku tak tahu kapan maut akan menjemput. Maka sebelum masa itu tiba, ingin rasanya aku memberikan yang terbaik untuknya, membahagiakannya, dan membuatnya tersenyum. Kabulkan, ya Rabb.

KotaSantri.com © 2002-2026