
Bilik » Pena | Jum'at, 30 November 2012 pukul 16:00 WIB
Penulis : @ Arda Dinata
Seorang teman di FB menanyakan kepada saya, "Wilujeng enjing, kang Arda. Damang? Macet bae geuning menulis teh simkuring mah," begitu tulisnya
Lalu, saya jawab, "Selamat pagi. Alhamdulillah baik. Gak apa-apa, terus aja menulis. Menulis apa aja dulu, agar saraf-saraf tangannya berkembang dan terbiasa menulis. Nanti kalau udah terbiasa menulis, baru diarahkan ke bentuk tulisan yang lebih spesifik."
Sahabat...
Memang menulis itu butuh pembiasaan terus menerus. Jangan pernah bosan kita untuk terus berlatih menulis. Apapun bentuk tulisannya. Yang penting bentuk tulisan. Nanti juga lambat laun pola pikir kita akan terbentuk seiring dengan kualitas kebiasaan membaca yang baik dari diri kita.
Untuk itu, biasakan membaca sebelum menulis.
Menulislah dengan cara menuliskan apa yang ada di pikiran kita, bukan memikirkan apa yang ingin kita tulis. Artinya, sebelum menulis, kita harus banyak membaca terkait tema tulisan yang akan kita kembangkan.
Melalui bacaanlah otak kita akan mendapatkan banyak informasi yang dapat kita tuliskan dan bagi kepada pembaca tulisan kita. Coba bayangkan kalau tidak ada informasi dalam otak kita, lalu apa yang ingin kita sampaikan. Kalaupun terpaksa menuliskannya, maka dapat ditebak isi tulisannya minim informasi.
Yuk ah, sahabatku, kita menulis, membaca, membaca, membaca, menulis, menulis, dan menulis lagi!
KotaSantri.com © 2002-2026