Bilik » Goresan | Jum'at, 26 Oktober 2012 pukul 12:30 WIB

Aku Tersingkir dan Tersungkur

Penulis : Moh Tahril

tiada satupun manusia di dunia yang bercita-cita
menjadi orang miskin dan sengsara
tapi kadang kenyataan membawa orang
ke lembah penderitaan panjang yang tak berujung

banyak cara dilakukan demi untuk memperbaiki keterpurukan
namun yang dialami justru sebaliknya
orang menjadi rapuh dan tidak berdaya
mencoba dan terus mencoba

dengan segala keterbatasan yang dimilikinya
menjadi pilihan yang harus dilakukan
sementara desakan kebutuhan makin menghimpitnya
tanpa ada ruang gerak untuk melepaskannya

menjerit dalam pedih diiringi air mata duka
selalu menjadi senandung menemani perjalanan hidupnya
tangan-tangan jahat seakan tidak mau melepaskan
dari belenggu nista yang nestapa

kapan kepedihan berakhir juga menjadi angan panjang
yang akan terlupa sesaat tubuh lelap dalam tidur
menahan lapar, wahai jiwa yang fana, aku lelah dalam kuasa
aku mau hidup demi kehidupan orang yang aku kasihi
aku rela bertahan demi mempertahankan harga diri orang yang aku cintai

tubuh ini makin renta menanggung beban
langkah ini makin lunglai membawa derita
jiwa ini menjadi rapuh diterpa ketidakpastian
memandang ke depan hanya kosong tiada harapan
menengok ke belakang nampak gelap tiada cahaya
haruskah aku terpaku menunggu berjalannya waktu?

hari semakin gelap, tempatku berpijak semakin senyap
aku berada antara keyakinan dan kealpaan
antara kubangan lumpur ku bersimpuh mengharap
ada tangan-tangan yang meraihku
hanya kepda-Mu, ya Allah, aku memohon ampun dan perlindungan

KotaSantri.com © 2002-2026