
Bilik » Goresan | Senin, 4 Juni 2012 pukul 16:00 WIB
Penulis : Ajeng Miftahul Jannah
Tak ada yang lebih TABAH dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon
berbunga itu
Tak ada yang lebih BIJAK dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu
di jalan itu
Tak ada yang lebih ARIF dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon
berbunga itu
~ Sapardi Djoko Damono, terima kasih untuk mengenalkanku akan tangis dan tertawa dalam hujan. Kini, siapa yang tertawa belakangan? ~
KotaSantri.com © 2002-2026