
Bilik » Goresan | Senin, 21 Mei 2012 pukul 17:00 WIB
Penulis : Saeful Arif
Aku menggenapkan sunyi dengan mengingatmu, ayah
Dalam diam, hati perih mengenang dan mendo'akan
Hujan dan angin di pemusim ini, ayah
Sederas apapun tak akan meluruhkan kerinduan
Di lorong setapak menuju surau itu, ayah; masih kudengar tiplak tongkat dari bambu;
penopang langkahmu
Ada jejak-jejak waktu berjerejap, di sana
Seakan menuntunku menuju sekotak wasiat bernama nasihat
Selamat jalan ayah, maafkan aku
KotaSantri.com © 2002-2026