
Bilik » Goresan | Senin, 1 Agustus 2011 pukul 14:00 WIB
Penulis : Febi Robianti
Anyelir disauk jemari busuk
mengharap aromanya melindap senyap
ke dalam jiwa-jiwa pengap
dan kudengar, kabarnya
geletar angin mengganti udara yang terkunci
di dalam peti mati bernama hati
maka adanya anyelir seperti krim
yang serupa katalisator
bagi jaringan baru yang merambat di jemari busuk itu
pada jari-jari busuk milikku?
… milikmu?
… miliknya?
akghhh…
Anyelir saat itu lebih mirip eliksir
bagi siapa yang berjemari busuk,
namun selalu terbuka baginya
bagi Anyelir
KotaSantri.com © 2002-2026