
Bilik » Goresan | Rabu, 23 Maret 2011 pukul 17:00 WIB
Penulis : Marsahid Agung S
Kutatap dari jauh, sebuah kenangan
Tempat yang berisi canda tawa
Selama waktu yang kami punya
Hatiku terasa kosong dan hampa
Mengharap ada waktu untuk mengulang semua
Tapi, semua hampa, hanya sebuah asa
Tak terasa, ada bening mengalir di pipi
Membuat kabur pandangan ini
Yang terasa hanya sepi
Aku berbalik, memalingkan wajah sepi
untuk mengingkari diri
Saat itu, tertatap oleh mataku
Wajah penuh damai
Yang demi inilah aku menangis
Wajah tenang penuh senyum
Wajah yang akan kurindukan selamanya
Sahabat…
Orang yang berdiri tegak, menatapku tajam
"Jangan menangis," ucapnya
Kedua tangannya direntangkan, menyambutku tanpa beban
Tempatku mengatakan semua, asa dan putus asa
Tempat tangan ini bertumpu
Saat lelah dan tak bisa maju
Yang menopang jiwa ini, saat rapuh karena waktu
Ia tersenyum tanpa beban
Seolah semua dapat ia selesaikan
Aku berlari padanya, berhamburan air mata
Mendekapnya dan menyandarkan kepala
Kutumpahkan semua, semua
Sahabat…
Yang duduk di dekatku dalam diam
mendengar semua, tanpa kata
Hanya puji dan semangat kudengar darinya
Mimpinya jadi mimpiku
Harap kami menyatu
Tapi, semua tak kuasa oleh waktu
Orang yang duduk menasehatiku, memberi apa yang kuperlu
Dukungannya menopangku, memberi kekuatan pada langkahku
Ia menggenggam tangan ini,
Menggandengku dan mengajakku berjalan bersamanya
Melewati jalan, yang pernah kami lewati bersama
Dia mengatakan, apa yang ingin kuucapkan
"Betapa rindunya aku akan semua ini"
Sahabat…
Sungguh aku tak tahu apa yang akan aku lewati nanti
Bagaimana aku melewati itu semua
Sungguh
Saat semua ini berakhir
aku tak tahu di mana lagi dapat bertumpu
"I NEED YOU!!!"
Tahun-tahun yang telah kita lewati bersama
bagai angin yang berlalu begitu cepat
Saat kita bernyanyi bersama
Meluangkan waktu hanya untuk kita, membagi yang ada
Rasanya…
Tak dapat kuingat satu persatu, waktu per waktu
Tapi yang aku tahu
Semua tetap ada di hatiku
Menyatu dengan jiwaku
Ada dalam nafasku
Kau memegang pundakku
Hanya tersenyum. Ya, hanya tersenyum
Kau diam, tapi…
Aku tahu apa yang kini kau rasakan
apa yang ada dalam benakmu
Perasaan yang terlintas di hatimu
Air mataku berhenti, kuhapus perlahan dengan punggung tanganku
lalu akupun tersenyum, dan berkata pelan pada sahabatku
"Tak’kan pernah kulupakan, waktu yang kupunya di sini hari yang terlewati bersama kalian,
impian yang tercipta, dan semua yang terucap, karena semua itu sangatlah berarti bagi diriku."
KotaSantri.com © 2002-2026