
Bilik » Goresan | Jum'at, 12 November 2010 pukul 19:15 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Tidak untuk air mata ini
Tidak untuk bunda yang entah di mana
Tidak untuk ayahanda yang nyata telah tiada
Tidak untuk adik-adik yang kini yatim
Pun tidak untuk diriku
si sulung yang harus terus melanjutkan hidup
Hanya dalam hitungan detik
semuanya telah porak poranda
kampung halaman tercinta
Mentawai tercinta
tanah air bagian dari ibu pertiwi
yang kini katanya sedang bersedih hati
Kampung kami, porak poranda
namun, sekali-kali tidak
untuk dapat memporak-porandakan keimanan di dalam dada
Sungguh, keyakinan ini tetap sama
meyakini segala takdirNya dalam sangkaan terbaik
Saksikanlah,
tak ada keluh dalam peluh
tak ada kesal
maka membisiklah istighfar, khusyu’
Duhai Dzat yang Mahabijak
sungguh, Engkau bukanlah Tuhan yang dzalim
KotaSantri.com © 2002-2026