
Bilik » Goresan | Rabu, 25 Agustus 2010 pukul 22:17 WIB
Penulis : Ajeng Miftahul Jannah
Kita pernah menyapa bayang yang sama
dalam waktu yang berbeda
meraba bias asa
Kita pernah ada di jalan yang hampir sama
dalam waktu yang berbeda
tertatih menyibak kabut redup
Kita pernah meretas jejak yang sama
dalam waktu yang berbeda
terpuruk dalam sementara
Hanya sementara
hingga serpihan luka membuat kita terjaga
Waktu-waktu mempertemukan kita dalam sipu samar yang terkulum
lalu kita duduk bersama sepanjang malam mengguar cerita
sementara bayang-bayang kabur perlahan kita kubur
dalam tawa mengingat kebodohan kita
yang larut pada sesuatu yang tak maujud
dan akhirnya membuat kita sama-sama bersujud
Dalam waktu yang tak lagi beda
kita sama-sama memaknai
betapa masih banyak rahasia yang belum kita singkap
KotaSantri.com © 2002-2026