
Bilik » Goresan | Senin, 12 Juli 2010 pukul 19:30 WIB
Penulis : Ajeng Miftahul Jannah
Bunda,
kecemasanmu telah menjelma
menjadi labirin mata-mata yang terus berkelana
di mana-mana
Aku takut Bunda,
sungguh...
tak ada lagi tempatku bersembunyi
selain berlari dari hati
Bunda,
dalam lelahku ini,
pangkuanmu menjadi tempat yang seharusnya nyaman
namun tetap saja asing bagiku
Bunda, masihkan ada jalanku untuk pulang?
KotaSantri.com © 2002-2026