
Bilik » Goresan | Senin, 28 Juni 2010 pukul 20:45 WIB
Penulis : Imroah
Selaput malam menggeser hiruk pikuk kota
menyekanya sesaat sebelum pagi tiba
Namun tidak pada dirimu
laku batinmu membara
di balik terali perasaanmu yang hampa
Puntung yang terbuang
menyalakannya kembali untukmu yang hilang
dalam kisaran waktu
bertajuk rindu
Menggelepar ringkih tubuhmu
di dinding yang dingin
meraba bayangan oleh pendar lampu malam
Bibirmu seperti melontar kata
tapi telingaku
tak mendengar gerai yang terngiang
Sudah tulikah aku.?
Atau bibirmukah yang bisu?
Kau mendongkrak pintu
menuntut keadilan
tapi mata yang memandang, terpejam
tangis yang terkikis hamparan ketegaran
menapaki jurang yang terjal
Genggaman tanganmu
menguatkan pandangku untuk tidak terpejam
beritahu aku
bagaimana aku menolongmu?!
KotaSantri.com © 2002-2026