
Bilik » Goresan | Jum'at, 18 Desember 2009 pukul 20:40 WIB
Penulis : Rahmatan Idul
Dan tiba-tiba langit pun menangis
Tanpa sebuah keluhan yang mengiris
Hanya tetes-tetes kecil yang terus berderai
Mengalir membasahi keringnya bumi
Entah mengapa
Tiba-tiba saja sang langit menjadi begitu melankolis
Membuat hatiku semakin miris
Adakah ia t’lah mendengar seribu kisah tragis
Dari setitik zenith yang mungkin bercerita
Tentang seorang manusia yang menikmati semesta derita
Tanpa setetes pun airmata?
Entah mengapa
Hitam menyelimuti indahnya biru
Mungkin ia terharu
Akan keteguhan sepotong hati yang sendiri
Atau mungkin ia sedih akan sebuah kenaifan yang tak tersadari
Entahlah…
Senja ini, tiba-tiba saja sang langit menangis
Tak setegar kemarin ketika ia terus berpijar di tengah prahara
Tak seceria pagi tadi saat ia terus tersenyum pada alam semesta
Senja ini, tiba-tiba saja ia menangis
KotaSantri.com © 2002-2026