HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Santri
Nurhalimah
Pelajar
Majalengka
Ridwan
mahasiswa
Singkil
Muhammad Thala
Guru
Banda Aceh
Forum
Suara
Farhan : Jadilah untuk tenang..... Hanya diri ini dan tuhan yg akan selalu mengerti
Farhan : Apapun perkataanku, hanya untuk diriku.. yg lain hanya akan mendengar, walaupun itu kebaikan..
Farhan : Diriku kuat,, tapi tidak dari dalam.. :'(
Tulisan
Santripedia
Majelis

1. Hendaknya memberi salam kepada orang-orang yang di dalam majelis di saat masuk dan keluar dari majelis tersebut. Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu telah meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, “Apabila salah seorang kamu sampai di suatu majelis, maka hendaklah memberi salam, lalu jika dilihat layak baginya duduk, maka duduklah ia. Kemudian jika bangkit (akan keluar) dari majelis, hendaklah memberi salam pula. Bukanlah yang pertama lebih berhak daripada yang selanjutnya." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al-Albani).

2. Hendaknya duduk di tempat yang masih tersisa. Jabir bin Samurah telah menuturkan, "Adalah kami, apabila kami datang kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam, maka masing-masing kami duduk di tempat yang masih tersedia di majelis." (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).

3. Jangan sampai memindahkan orang lain dari tempat duduknya kemudian mendudukinya, akan tetapi berlapang-lapanglah di dalam majelis. Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhuma telah meriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, “Seseorang tidak boleh memindahkan orang lain dari tempat duduknya, lalu ia menggantikannya, akan tetapi berlapanglah dan perluaslah.” (Muttafaq’alaih).

4. Tidak duduk di tengah-tengah halaqah (lingkaran majelis).

5. Tidak duduk di antara dua orang yang sedang duduk kecuali seizin mereka. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal bagi seseorang memisah di antara dua orang kecuali seizin keduanya.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

6. Tidak boleh menempati tempat duduk orang lain yang keluar sementara waktu untuk suatu keperluan. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang di antara kamu bangkit (keluar) dari tempat duduknya, kemudian kembali, maka ia lebih berhak menempatinya.” (HR.Muslim).

7. Tidak berbisik berduaan dengan meninggalkan orang ketiga. Ibnu Mas'ud Radhiallaahu 'anhu menuturkan, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, “Apabila kamu tiga orang, maka dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga sehingga kalian bercampur baur dengan orang banyak, karena hal tersebut dapat membuatnya sedih.” (Muttafaq’alaih).

8. Para anggota majelis hendaknya tidak banyak tertawa. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, ”Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena banyak tawa itu mematikan hati." (HR. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

9. Hendaknya setiap anggota majelis menjaga pembicaraan yang terjadi di dalam forum (majelis). Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang membicarakan suatu pembicaraan kemudian ia menoleh, maka itu adalah amanat." (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).

10. Anggota majelis hendaknya tidak melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan perasaan orang lain, seperti menguap atau membuang ingus atau bersendawa di dalam majelis.

11. Tidak melakukan perbuatan memata-matai. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kamu mencari-cari atau memata-matai orang.” (Muttafaq’alaih).

12. Disunnatkan menutup majelis dengan do'a Kaffarat majelis, karena Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang duduk di dalam suatu majelis dan di majelis itu terjadi banyak gaduh, kemudian sebelum bubar dari majelis itu ia membaca, "Subhaanakallaahumma wabihamdika, asyhadu ala ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika (Mahasuci Engkau, ya Allah, dengan segala puji bagi-Mu; aku bersaksi bahwasannya tiada yang berhak disembah selain engkau; aku memohon ampunanmu dan aku bertobat kepada-Mu," melainkan Allah mengampuni apa yang terjadi di majelis itu baginya." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al- Albani).

Sumber
alsofwah.or.id
Bagikan
Kontributor
Mujahid Alamaya
29 Oktober 2010 pukul 19:00 WIB

Dipersilahkan untuk menyebarkan artikel ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Akhmad Muhaimin Azzet | Penulis
Membaca-baca di KotaSantri.com, di samping memetik motivasi dan inspirasi, betapa terasa damai di dada. Sungguh. Beginilah bila akhlak mulia yang dijunjung dan dijaga. Alhamdulillah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3050 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels