Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Santri
Saiful al
Pegawai Swasta
Jakarta
Roni MS
Swasta
Pasuruan
Mochamad Joko
Guru Komputer + penulis
Kediri - Bontang
Forum
Suara
Farhan : Jadilah untuk tenang..... Hanya diri ini dan tuhan yg akan selalu mengerti
Farhan : Apapun perkataanku, hanya untuk diriku.. yg lain hanya akan mendengar, walaupun itu kebaikan..
Farhan : Diriku kuat,, tapi tidak dari dalam.. :'(
Tulisan
Santripedia
Jenazah dan Ta'ziah

1. Segera merawat jenazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menyebutkan bahwasannya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, "Segeralah (di dalam mengurus) jenazah, sebab jika amal-amalnya shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya; dan jika sebaliknya, maka keburukanlah yang kamu lepaskan dari pundak kamu." (Muttafaq alaih).

2. Tidak menangis dengan suara keras, tidak meratapinya, dan tidak merobek-robek baju. Karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, "Bukan golongan kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya, dan menyerukan kepada seruan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari).

3. Disunnatkan mengantar janazah hingga dikubur. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersada, "Barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka baginya (pahala) sebesar qirath; dan barangsiapa yang menghadirinya hingga dikuburkan, maka baginya dua qirath." Nabi ditanya, "Apa yang disebut dua qirath itu?" Nabi menjawab, "Seperti dua gunung yang sangat besar." (Muttafaq’alaih).

4. Memuji si mayit (jenazah) dengan mengingat dan menyebut kebaikan-kebaikannya dan tidak mencoba untuk menjelek-jelekkannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, "Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat." (HR. Al-Bukhari).

5. Memohonkan ampun untuk jenazah setelah dikuburkan. Ibnu Umar Radhiallaahu anhu pernah berkata, Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam apabila selesai mengubur jenazah, maka berdiri di atasnya dan bersabda, "Mohonkan ampunan untuk saudaramu ini, dan mintakan kepada Allah agar ia diberi keteguhan, karena dia sekarang akan ditanya." (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani).

6. Disunnatkan menghibur keluarga yang berduka dan memberikan makanan untuk mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, "Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja'far, karena mereka sedang ditimpa sesuatu yang membuat mereka sibuk." (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

7. Disunnatkan berta'ziah kepada keluarga korban dan menyarankan mereka untuk tetap sabar, dan mengatakan kepada mereka : "Sesungguhnya milik Allahlah apa yang telah Dia ambil dan milik-Nya jualah apa yang Dia berikan; dan segala sesuatu di sisi-Nya sudah ditetapkan ajalnya. Maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala."

Sumber
alsofwah.or.id
Bagikan
Kontributor
Mujahid Alamaya
19 Oktober 2010 pukul 10:30 WIB

Dipersilahkan untuk menyebarkan artikel ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nurjanah | Ibu Rumah Tangga
Subhanallah... Setelah gabung dengan KotaSantri.com, saya jadi ketagihan pengen berkirim salam dengan sahabat semua. Di samping tambah teman, juga makin tambah pengetahuan. Saran untuk ke depannya, yang Pelangi / Bilik lebih ditingkatkan lagi tema-temanya. Afwan jiddan. Jazakallah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2688 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels