QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Santri
Ayu Wulandari
Mahasiswi
Bekasi
Moh. Ali
Bakul Batik
Pemalang
Puspita
Swasta
Subang
Forum
Suara
Farhan : Jadilah untuk tenang..... Hanya diri ini dan tuhan yg akan selalu mengerti
Farhan : Apapun perkataanku, hanya untuk diriku.. yg lain hanya akan mendengar, walaupun itu kebaikan..
Farhan : Diriku kuat,, tapi tidak dari dalam.. :'(
Tulisan
Santripedia
Berdo'a

1. Terlebih dahulu sebelum berdo'a hendaknya memuji kepada Allah kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah mendengar seorang lelaki sedang berdo'a di dalam shalatnya, namun ia tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam, maka Nabi bersabda kepadanya, “Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat. Apabila anda selesai shalat, lalu kamu duduk, maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdo'alah.” (HR. At-Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

2. Mengakui dosa-dosa, mengakui kekurangan (keteledoran diri) dan merendahkan diri, khusyu’, penuh harapan dan rasa takut kepada Allah di saat anda berdo'a. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ : 90).

3. Berwudhu’ sebelum berdo'a, menghadap Kiblat, dan mengangkat kedua tangan di saat berdo'a. Di dalam hadits Abu Musa Al-Asy'ari Radhiallaahu anhu disebutkan bahwa setelah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam selesai melakukan perang Hunain, ” Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau.” (Muttafaq’alaih).

4. Benar-benar (meminta sangat) di dalam berdo'a dan berbulat tekad di dalam memohon. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Apabila kamu berdo'a kepada Allah, maka bersungguh-sungguhlah di dalam berdo'a, dan jangan ada seorang kamu yang mengatakan, "Jika Engkau menghendaki, maka berilah aku," karena sesungguhnya Allah itu tidak ada yang dapat memaksanya." Dan di dalam satu riwayat disebutkan, “Akan tetapi hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam memohon dan membesarkan harapan, karena sesungguhnya Allah tidak merasa berat karena sesuatu yang Dia berikan.” (Muttafaq’alaih).

5. Menghindari do'a buruk terhadap diri sendiri, anak, dan harta. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Jangan sekali-kali kamu mendo'akan buruk terhadap diri kamu dan juga terhadap anak-anak kamu dan pula terhadap harta kamu, karena khawatir do'a kamu bertepatan dengan waktu dimana Allah mengabulkan do'amu." (HR. Muslim).

6. Merendahkan suara di saat berdo'a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Wahai sekalian manusia, kasihanilah diri kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berdo'a kepada yang tuli dan tidak pula ghaib, sesungguhnya kamu berdo'a (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Mahadekat dan Dia selalu menyertai kamu.” (HR. Al-Bukhari).

7. Berkonsentrasi di saat berdo'a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Berdo'alah kamu kepada Allah sedangkan kamu dalam keadaan yakin dikabulkan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do'a dari hati yang lalai.” (HR. At-Turmudzi dan dihasankan oleh Al-Albani).
Tidak memaksa bersajak di dalam berdo'a. Ibnu Abbas pernah berkata kepada 'Ikrimah, “Lihatlah sajak dari do'amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut.” (HR. Al-Bukhari).

Sumber
alsofwah.or.id
Bagikan
Kontributor
Mujahid Alamaya
15 September 2010 pukul 14:00 WIB

Dipersilahkan untuk menyebarkan artikel ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Rahmad Syamsu W | mahasiswa
Heeebbatt.... Sesuai motto dari KSC, "menebar senyum merajut ukhwah", semoga KSC ini bermanfaat bagi kita semua ikhwan dan akhwat yang ingin merajut ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2525 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels