Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://setta.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Mampang Prapatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Analis Industri
Penikmat sastra, admin situs Cerpen Koran Minggu di http://lakonhidup.wordpress.com
http://lakonhidup.wordpress.com
setta_81@yahoo.com
setta_81@yahoo.com
Sohib
Setta SS
Tulisan
Pelangi » Refleksi
Kamis, 1 September 2011 pukul 13:00 WIB
Setta SS
I. ADALAH Da’tsur, seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari sahabat Jabir r.a., seorang Arab badui. Sekembali Rasulullah Saw. dari perang Dzatir Riqa’, beliau berhenti di sebuah hutan yang banyak …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Muslimah
Kamis, 18 Agustus 2011 pukul 14:00 WIB
Setta SS
Berapa gerangan harga seorang perempuan? PERTANYAAN usil itu terus menggelayut di benak saya sepulang dari pameran The 19th Indonesia International Motor Shows (IIMS) 2011 yang dihelat tanggal 22-31 Juli lalu …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Pernik
Ahad, 7 Agustus 2011 pukul 10:30 WIB
Setta SS
Semua orang egois! Di mana-mana orang egois! Dan aku sangat benci pada orang-orang yang egois! Karena ulah si egois pula, akhirnya aku pindah dari pondokanku ke kamar berukuran 4 x …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Pernik
Ahad, 26 Juni 2011 pukul 10:00 WIB
Setta SS
Ada sebuah kolam ikan tak jauh dari sekolahku. Kolam ikan itu milik Wak Jasim. Aku selalu melewatinya ketika berangkat atau pulang ke rumah dari sekolah. Di kolam ikan itu ada …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Cermin
Selasa, 14 Juni 2011 pukul 13:31 WIB
Setta SS
Alkisah, seorang musafir muda tersesat di padang pasir, berhari-hari tidak makan dan minum. Sedemikian kehausan sehingga berjalan terseok-seok. Sepatu dan pakaiannya sudah rusak, rambutnya kusut masai dan berantakan tertiup angin. …
Selengkapnya • Suka
Eno Karta Susana | Guru
Subhanallah... KSC bisa dijadikan sebagai sarana kreativitas, nambah ilmu, dan mempererat tali silaturrahim. Tapi tetap kita harus berusaha menjaga niat. Semoga bermanfaat. Aamiin...

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1614 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels