Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://nafilahnurazizah.kotasantri.com
Bergabung
9 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciamis - Jawa Barat
Pekerjaan
Wiraswasta
Nafilah Nur Azizah
Tulisan
Pelangi » Percik
Jum'at, 16 Juli 2010 pukul 18:20 WIB
Nafilah Nur Azizah
Manusia adalah hamba. Keberadaan manusia di muka bumi sebagai Khalifah. Sehingga setiap manusia adalah seorang pemimpin. Pemimpin bagi dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-harinya, manusia yang "perencana" mempunyai rencana-rencana untuk mengisi …
Selengkapnya • Suka
Bilik » Goresan
Senin, 5 Juli 2010 pukul 20:50 WIB
Nafilah Nur Azizah
Secerah mentari dan sebening embun Datang dengan keteguhan hati Bersuka ria bersama Bak mekarnya bunga mawar putih Siapakah dia? Seperti apakah dia? Panggillah, maka dia akan tersenyum Namun, bunga itu …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Bingkai
Kamis, 10 Juni 2010 pukul 18:45 WIB
Nafilah Nur Azizah
Seharum Bunga mawar yang merekah. Seindah bunga-bunga yang tumbuh dengan subur, keindahannya didapat karena perbedaan. Sungguh walaupun mawar merah hanya berwarna merah, tapi ia tetap indah di pandang walaupun tak …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Percik
Selasa, 1 Juni 2010 pukul 18:22 WIB
Nafilah Nur Azizah
Dunia ini bagaikan sebuah lautan. Maka jadikanlah takwa sebagai sampaimu untuk menyebrangi luasnya arus badai kehidupan. Bagaimana pun, hidup di dunia hanya sekali saja. Janganlah berputus asa ketika masalah itu …
Selengkapnya • Suka
Bilik » Goresan
Rabu, 26 Agustus 2009 pukul 19:14 WIB
Nafilah Nur Azizah
Ahlan wa sahlan Ramadhan Ramadhan yang selalu dinanti Ramadhan yang penuh berkah Karena Ramadhan punya keistimewaan Di bulan Ramadhan ada satu malam Satu malam yang begitu indah Indah dengan berkah …
Selengkapnya • Suka
salman dikz | Karyawan
KotaSantri.com... Ya Allah, kereeeen. Tooop daaaaah.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0867 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels