Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://mutiara.kotasantri.com
Bergabung
10 Maret 2011 pukul 10:29 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Swasta
http://catatanmutiaraku.blogspot.com
khumaidah@yahoo.com.au
Sohib
Marilah kita sama-sama meningkatkan ilmu saudaraku, semoga cahayaNya selalu mengiringi langkah kita, hingga makin jelas langkah menapak sampai akhir tujuan FIL JANNAH AAMIIN YAA MUJIBASSAAILIIN 27 Desember 2011 pukul 17:18 WIB
Luluk Khumaidah
Tulisan
Pelangi » Pernik
Ahad, 15 April 2012 pukul 10:30 WIB
Luluk Khumaidah
Mas Doddy tiba-tiba saja sudah ada di dekatku. Dekat sekali, sambil menatap lekat wajahku. Hingga hembusan nafasnya terasa olehku. Aku jadi salah tingkah. Ah, Mas Doddy masih saja seperti dulu. …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Pernik
Ahad, 4 Maret 2012 pukul 10:30 WIB
Luluk Khumaidah
Gadis berkerudung merah jambu itu merenung sambil sesekali tangannya mencabuti rumput yang tumbuh liar di atas pusara Abahnya. Lama dia tak menjenguknya. Air matanya pun mengalir deras. *** “Abah, Sasa …
Selengkapnya • Suka
Bilik » Goresan
Rabu, 20 April 2011 pukul 15:00 WIB
Luluk Khumaidah
Pantaskah aku? Bila dalam kegundahanku aku memohon kepada-Mu Pantaskah aku? Bila dalam setiap kegelisahanku aku mengadu kepada-Mu Sedangkan aku… Aku membiarkan begitu saja lingkaran waktuku Hingga berlalu di hadapanku Tanpa …
Selengkapnya • Suka
Bilik » Goresan
Senin, 28 Maret 2011 pukul 13:40 WIB
Luluk Khumaidah
Di sepertiga malam-Mu Kutenggelamkan wajahku Kutumpahkan segala yang menyesakkan dadaku Dalam tangis sujudku Ya Allah… Akankah Engkau dengar bait-bait doaku Akankah Engkau ampuni dosa-dosaku Aku malu, Ya Rabbi, di hadapan-Mu …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Pernik
Ahad, 20 Maret 2011 pukul 10:15 WIB
Luluk Khumaidah
“Mbak, silahkan duduk! Capek nanti kalau berdiri terus. Maaf, tempatnya seadanya,” kata Bapak tukang tambal ban itu mempersilahkan aku duduk. “Iya, Pak, terima kasih,” jawabku sambil tersenyum. Aku agak ragu …
Selengkapnya • Suka
AMMAR Hi HABIB | Mahasiswa
Wadah inspiratif dan motivatif dalam hidup dan menjadi ruang untuk berekspresi.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0902 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels