HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://erwinarianto.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Depok - Jawa Barat
Pekerjaan
Karyawan
Erwin Arianto
Tulisan
Pelangi » Keluarga
Sabtu, 2 Januari 2010 pukul 17:29 WIB
Erwin Arianto
Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, ketenteraman, dan ketenangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkungan keluarga. Ingatlah, semua ini tak akan terwujud …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Percik
Selasa, 6 Oktober 2009 pukul 17:10 WIB
Erwin Arianto
Musim terus berganti, waktu terus berlalu, usia kian bertambah. Banyak yang sudah kita lalui di kehidupan ini. Ada masa dimana kita merasa senang. Tatkala kita menemukan pekerjaan idaman kita, mendapatkan …
Selengkapnya • Suka
Bilik » Goresan
Jum'at, 2 Oktober 2009 pukul 20:45 WIB
Erwin Arianto
Matahari menerangi langkahku Bulan menerangi malamku Bidadari menerangi hatiku Hati merah jambu terjebak dalam ragu Kutunggu matahari untuk siangku Menanti cahaya dalam setiap langkahku Berharap matahari menerangi hariku Karena matahari …
Selengkapnya • Suka
Bilik » Goresan
Rabu, 16 September 2009 pukul 19:15 WIB
Erwin Arianto
Lembayung merah telah tiba Ku terdiam di sini Menanti datangnya sang wahyu Terlarut dalam lamunanku Sang surya perlahan menghilang Meninggalkan siang Dalam diamku terdengar adzan mendayu Allahu akbar, telah sampai …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Percik
Selasa, 28 Juli 2009 pukul 17:34 WIB
Erwin Arianto
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata, untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati, untuk menyadari betapa ia dicintai. …
Selengkapnya • Suka
Akhmad Muhaimin Azzet | Penulis
Membaca-baca di KotaSantri.com, di samping memetik motivasi dan inspirasi, betapa terasa damai di dada. Sungguh. Beginilah bila akhlak mulia yang dijunjung dan dijaga. Alhamdulillah...

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0901 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels