Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://abuaufa.kotasantri.com
Bergabung
6 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Pontianak - Kalimantan Barat
Pekerjaan
Lecturer
Abu Aufa, nama pena itu yang digunakan dalam setiap goresan penanya. Terlahir 38 tahun silam dengan nama Ferry Hadary, ia adalah suami dari Mirya Emeralda, serta abi dari Hikari Aufa Rafiqi (Aufa, almarhum) dan Zafirah Asy Syifa (Asy Syifa, 1 tahun 9 bulan). Anak ke-2 dari 4 bersaudara ini, lahir …
ferryhadary
Ferry Hadary
Tulisan
Pelangi » Pernik
Ahad, 28 Agustus 2011 pukul 10:30 WIB
Ferry Hadary
Gelap masih menyelimuti lelap, bergelayut manja di pelupuk mata. Pulas, karena lelah lembur seharian mengalahkan dingin yang menelusup dari celah dinding. Hening, diselingi dengkuran halus yang silih berganti mengisi sunyi. …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Keluarga
Sabtu, 20 Agustus 2011 pukul 11:05 WIB
Ferry Hadary
"Setelah aku menikah aku sering kesepian, Mbak..." "Boleh main ke rumah Mbak, aku sedang bete... suami terlalu sering pergi..." "Mbak, nanti mampir yaa... aku mau curhat, suamiku terlalu sibuk..." Apakah …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Pernik
Ahad, 17 Juli 2011 pukul 10:30 WIB
Ferry Hadary
Hoek... hoek...!!! Suara dari ruang sebelah itu membuat konsentrasi kembali pecah. "Muntah lagi ya?" berteriak dari dalam kamar. Ah, pertanyaan bodoh. "Iya..." ia menjawab lirih. Walau dengan berat hati dan …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Keluarga
Sabtu, 11 Juni 2011 pukul 10:30 WIB
Ferry Hadary
Jemari itu tak lagi lentik, terasa beda saat pertama kali disentuh kala malam pertama. Kulitnya bersisik dan berkerut, karena getir kehidupan. Guratan bekas parutan pun membuatnya bertambah kasar. Tak jarang …
Selengkapnya • Suka
Pelangi » Pernik
Ahad, 15 Mei 2011 pukul 10:35 WIB
Ferry Hadary
Huwaaa...!!! Kaget karena terbangun jam 9 pagi. Ini nih resiko, kalau habis shalat Subuh molor lagi. Sempat ngedumel juga dalam hati, kok istri gak bangunkan dari tadi sih? Karena teriakan …
Selengkapnya • Suka
Lucasgoru | Karyawan Swasta
Allahu Akbar... Terus terang, KotaSantri.com lebih membuka mata hati saya tentang Islam.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0867 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels